Sabtu, 12 November 2011

Kunci-Kunci Rezeki Menurut Al Quran dan Sunnah (Review)

Review
Kunci-Kunci Rezeki Menurut Al Quran dan Sunnah
Penulis: Syaikh Dr. Fadh Illahi

  1. Istighfar/Taubat
    1. Dalil Syar'i Bahwa Istighfar dan Taubat Termasuk Kunci Rizki

Maka aku  katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.(Nuh : 10-12)

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.
(Hud:3)

Rasulullah bersabda[1]:
“Barang siapa memperbanyak istigfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitan-nya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka"

    1. Hakikat Istighfar/Taubat
Singkatnya, menurut Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani adalah "Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan”

  1. Taqwa
    1. Dalil Syar'i Bahwa Taqwa Termasuk Kunci Rizki

...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...
(Ath-Thalaq: 2-3)

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(Al A’raf:96)

    1. Hakikat Taqwa
Singkatnya, Imam An-Nawawi mendefinisikan taqwa dengan "Mentaati perintah dan laranganNya."

  1. Bertawakkal kepada Allah
    1. Dalil Syar'i Bahwa Bertawakkal Kepada Allah Termasuk Kunci Rizki

dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...
(Ath-Thalaq: 3)

Nabi SAW bersabda:
"Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi- pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

    1. Hakikat Bertawakkal Kepada Allah
Imam Al-Ghazali, beliau berkata: "Tawakkal adalah penyandaran hati hanya kepada wakil (yang di-tawakkali) semata.". Maksud wakil disini adalah Zat yang kita bertawakkal kepadaNya.

  1. Beribadah kepada Allah Sepenuhnya
    1. Dalil Syar'i Bahwa Beribadah kepada Allah sepenuhnya Termasuk Kunci Rizki

Nabi SAW bersabda[2], “Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)'."

    1. Makna Beribadah kepada Allah sepenuhnya
Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yang dimaksud beribadah sepenuhnya adalah dengan meninggalkan usaha untuk mendapatkan penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Tetapi yang dimaksud – wallahu a'lam– adalah hendaknya seorang hamba saat sedang beribadah kepada Allah, beribadahlah dengan ikhlas, khusyu' dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Esa.

  1. Melanjutkan Haji dengan Umrah atau Sebaliknya
    1. Dalil Syar'i Bahwa Melanjutkan Haji dengan Umrah atau sebaliknya Termasuk Kunci Rizki

Nabi SAW bersabda[3],
"Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga"

    1. Maksud Melanjutkan Haji dengan Umrah atau Sebaliknya
Syaikh Abul Hasan As-Sindi menjelaskan tentang maksud melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya berkata: "Jadikanlah salah satunya mengikuti yang lain, di mana ia dilakukan sesudahnya. Artinya, jika kalian menunaikan haji maka tunaikanlah umrah. Begitu juga sebaliknya.

  1. Silaturrahim
    1. Dalil Syar'i Bahwa Silaturrahim Termasuk Kunci Rizki

Nabi SAW bersabda[4]:
"Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaknyalah ia menyambung tali silaturrahim”

Nabi SAW bersabda[5]:
"Barangsiapa senang untuk dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizkinya serta dihindarkan dari kematian yang buruk maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim."

Nabi SAW bersabda[6]:
"Barangsiapa bertaqwa kepada Tuhannya dan menyambung silaturrahim, niscaya dipanjangkan umurnya dan dibanyakkan rizkinya dan dicintai oleh keluarganya."

Nabi SAW bersabda[7]:
"Sesungguhnya keta'atan yang paling disegerakan pahalanya adalah silaturrahim. Bahkan hingga suatu keluarga yang ahli maskiat pun, harta mereka bisa berkembang dan jumlah mereka bertambah banyak jika mereka saling bersilaturrahim. Dan tidaklah ada suatu keluarga yang saling bersilaturrahim, kemudian mereka membutuhkan (kekurangan)”

    1. Makna Silaturrahim
Silaturrahim, sebagaimana dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al- Qari adalah kinayah (ungkapan/sindiran) tentang berbuat baik kepada para karib kerabat dekat –baik menurut garis keturunan maupun perkawinan– berlemah lembut dan mengasihi mereka serta menjaga keadaan mereka.

  1. Berinfak di Jalan Allah
    1. Dalil Syar'i Bahwa Berinfak di Jalan Allah Termasuk Kunci Rizki

...barang apa saja yang kamu  nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.
(Saba': 39)

syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
(Al -Baqarah: 268)

Nabi SAW bersabda[8]:
"Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepadaMu."

    1. Maksud Berinfak di Jalan Allah
Mengutip Firman Allah dalam Q.S. (Saba': 39)         
Syaikh Ibnu Asyur berkata: "Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfak kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama."

Demikianlah, beberapa kunci rezeki yang telah dijelaskan dalam buku ini. Semoga ada banyak nilai yang bisa kita ambil.
Tambahan dari saya, bahwa rezeki itu tidak selalu dalam bentuk harta, bisa juga dalam bentuk kesehatan, suami/istri yang menyenangkan hati, anak/buah hati kita yang lucu-lucu, dan sebagainya. 
Akhir kata, sesungguhnya hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui, sedangkan saya hanya manusia biasa, yang bisa salah atau benar. Mohon maaf atas kekurangan-kekurangan saya dalam penyajian bedah buku ini. Sekian. Assalamu’alaikum Wr.Wb.


[1] hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas
[2] diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah
[3] Imam Ahmad, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud
[4] dalam riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah
[5] diriwayatkan oleh Imam Abdullah bin Ahmad, Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari Ali Bin Abi Thalib
[6] Riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar
[7] diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dari Abu Bakrah
[8] Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar